Soalkan Perkaderan, PB HMI Bedah Konsepsi dan Pedoman



Perkaderan adalah bahan bakar utama organisasi kader. Tanpa adanya perkaderan yang berkesinambungan, organisasi akan habis ditelan zaman. Inilah yang melatarbelakangi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Perkaderan di Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (20/7/2019) hingga Minggu (21/7/2019).
“FGD ini diadakan untuk mengurai persoalan dan solusi terkait perkaderan seiring dengan perkembangan zaman”, kata Irma Suryani Harahap, Ketua Panitia FGD Perkaderan PB HMI.
Persoalan perkaderan, imbuh Irma, sangat beragam mulai dari tingkat komisariat, cabang, sampai Pengurus Besar (PB HMI) sebagai pengambil kebijakan tertinggi. Oleh karenanya, kehadiran FGD ini diharapkan mampu menjadi terobosan dalam mengurai persoalan dan mencari opsi solusi yang dibutuhkan.
Irma menekankan pentingnya memahami alur pedoman perkaderan. Persoalan utama yang kerap terjadi dalam kegiatan perkaderan adalah kurangnya intensitas kader dalam memahami pedoman yang ada, sehingga berpotensi menimbulkan bias terhadap tujuan konstitusional yang dimandatkan.
Setelah di Sukabumi, nantinya FGD akan dilaksanakan dalam beberapa rangkaian lanjutan. “FGD ini yang pertama dilaksanakan, Insya Allah nantinya akan dilakukan hingga empat kali”, tandas Irma.
Sementara itu, Bambang Pontas Rambe, Wasekjen Bidang Pembinaan Anggota PB HMI mengutarakan kegelisahan proses perkaderan yang dilakukan PB HMI selama ini. Menurutnya, pelatihan-pelatihan kader selama ini lebih diwarnai nuansa formalitas demi memenuhi kewajiban konstitusional. Prosedur yang tertuang dalam petunjuk teknis atau pedoman perkaderan seringkali luput dijadikan referensi.
“Melalui FGD ini akan dibedah pemikiran-pemikiran inti dari konsepsi pedoman perkaderan HMI”, ujar Bambang.
Menakar Ulang Output Perkaderan
Mengangkat tema “Be A Training Trendsetter”, seri pertama FGD Perkaderan di Sukabumi dihadiri oleh beberapa lembaga dalam tubuh organisasi HMI, antara lain Badan Pengelola Latihan (BPL), Bakornas Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI), Bakornas Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI), Bakornas Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI), dan tidak turut ketinggalan Korps HMI-wati (KOHATI) PB HMI.
Muhammad Syahril, Ketua Bidang Pembinaan Anggota (PA) PB HMI menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil rapat internal antara Bidang PA dan BPL ditemukan adanya situasi masalah penurunan kaderisasi.
“Temuan awal kita adanya degradasi kaderisasi di kampus, padahal kampus adalah basis gerakan organisasi”, kata Syahril.
Selain itu, masih kata Syahril, menurutnya jenjang kaderisasi mulai dari Latihan Kader I (LK I) hingga Latihan Kader III (LK III) belum menghasilkan output sebagaimana yang diharapkan. Hal ini dilihat dari tingkat keberhasilan kader di bidang profesional, banyak diantaranya tidak sampai menempuh jenjang LK III.
“Apakah training formal kita ini sesungguhnya efektif atau tidak? Melalui FGD ini kita berusaha membedahnya,” tambah Syahril.
Selain itu, Syahril mengutarakan peluang terkait adaptasi penyelenggaran perkaderan dengan memanfaatkan perkembangan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi di era digital saat ini. Akses media informasi dan kemajuan teknologi, misalnya dengan teleconferencejuga masih belum diterapkan, padahal itu potensial.
“Adanya FGD perkaderan ini diharapkan memberikan titik terang atas persoalan perkaderan yang ada, sehingga dapat dirumuskan solusi yang tepat guna memperbaiki perkaderan yang ada selama ini”, pungkas Syahril. 

Post a Comment

0 Comments